Langsung ke konten utama

Menanti Waktu


Saat mentari  serasa enggan menampakkan kehangatannya,
Di saat langit setia dengan mendungnya,
Dan  saat angin enggan meniupkan kesejukan,

Aku tetap disini,
Berdiri,
Menatapmu dari jauh,

Inginku  segera pergi,
Meninggalkan cinta yang takkan berbalas,
Menanggalkan kesetiaan yang hanya akan berakhir sia-sia
Menembus gelapnya awan,
Menantang kuatnya petir..

Tapi lagi-lagi,
Kakiku kaku, Tak bisa bergerak, Tak  bisa berpindah,
Seakan di paku pada sisi tempatku berpijak.

Kutarik, tenagaku tak cukup kuat..
Kubiarkan, hanya menjadi kepedihan yang tida tara..

Hingga kuputuskan,
Mungkin aku akan tetap disini..
Bukan menunggumu kembali,
Bukan mengharap cintamu,
Hanya menunggu,
hingga sang waktu berbaik hati  melepaskanku dari kepedihan ini..
#PoetryNovEdition
#Please,Letmemoveon

Komentar

Postingan populer dari blog ini

More Scary Than Love

Terkadang cinta itu terlalu buta, hingga kau tak peka keadaan sekitar Terkadang cinta itu terlalu egois, tak mau tau dan tak ingin tau Terkadang cinta terlalu gila, hingga sanggup menghancurkan logika Terkadang cinta terlalu bodoh, hingga kau tak sanggup membedakan mana yang baik dan buruk Tapi.... ada hal lain yang jauh lebih buta, lebih egois, lebih gila dan lebih bodoh dari cinta. Hal itu bernama... DENDAM at. Kota yang sedang hujan, 25 januari 2016

4 desember 2015 _today's moment

Maka menulislah... aku pernah mendengar ah lebih tepatnya membaca sebuah buku. Aku lupa karangan siapa, tapi sang penulis mengatakan "menulislah, agar bisa menjadi pengingat untukmu di masa depan" Dan kali ini aku merasakan itu.. Ya, aku merasakannya.. Aku merasa hari ini benar-benar hari yang melelahkan,, tapi saat melihat semua tulisan-tulisanku bik di blog maupun di file pribadiku, aku menyadari satu hal Aku pernah lebih sakit dari ini