Langsung ke konten utama

Open The Box



Kuamati sebuah kotak hitam didepanku,
Sudah berjam-jam kotak ini ada di hadapanku,
Terdiam tanpa ada yang menyentuh,

Kusentuhkan tanganku ke permukaannya,
Lalu ku jauhkan lagi tanganku,
Begitu seterusnya,



Ntah sudah berapa kali aku mencoba menyentuh dan membuka kotak itu,
Tapi akhirnya, aku akan menjauhkan tanganku,


Kulangkahkan kakiku pergi menjauhi kotak itu,
Tapi tepat di depan pintu, Ia menghadang jalanku,
Tersenyum lalu mengandeng tanganku dengan lembut,
Mengajakku masuk, mendekati kotak itu lagi,

"Menurutmu, apa isinya?"
"Bom?"
"Hanya sekumpulan mainan?"
"Buku?"
"Atau malah segepok uang?"


Aku hanya terdiam, tak membalas ucapannya,
Sekali lagi ia hanya tersenyum,
Ia genggam tanganku, seraya berkata,
"Bukalah..."
Aku hanya mengernyitkan kening,
Mencoba menarik tanganku dari genggamannya,
"Ayo buka bersama...."
Perlahan ia arahkan tanganku ke arah kotak,

Dingin dan lembut tangannya seakan memberi kekuatan tersendiri,
Dan dengan sisa kekuatan, ketakutan dan semua rasa yang tersisa,
Aku buka kotak itu...

dan... taukah apa isinya?
Masa depan....


Kotak itu berisi masa depan...

Saat kau berani membuka kotak itu, tak peduli apapun isinya, itu hanya sebuah masa depan..
Jika kau tak berani membukanya, maka kau takkan pernah tau masa depanmu..
Ntah itu bom, hanya mainan atau malah segepok uang.

Itu aturan mainnya

"Open the Box"


080216. by. Rin
@Rainy city


Note : apa ini?
ntahlah... awalnya hanya ingin buat puisi, ntah kenapa malah jadi cerita...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

More Scary Than Love

Terkadang cinta itu terlalu buta, hingga kau tak peka keadaan sekitar Terkadang cinta itu terlalu egois, tak mau tau dan tak ingin tau Terkadang cinta terlalu gila, hingga sanggup menghancurkan logika Terkadang cinta terlalu bodoh, hingga kau tak sanggup membedakan mana yang baik dan buruk Tapi.... ada hal lain yang jauh lebih buta, lebih egois, lebih gila dan lebih bodoh dari cinta. Hal itu bernama... DENDAM at. Kota yang sedang hujan, 25 januari 2016

4 desember 2015 _today's moment

Maka menulislah... aku pernah mendengar ah lebih tepatnya membaca sebuah buku. Aku lupa karangan siapa, tapi sang penulis mengatakan "menulislah, agar bisa menjadi pengingat untukmu di masa depan" Dan kali ini aku merasakan itu.. Ya, aku merasakannya.. Aku merasa hari ini benar-benar hari yang melelahkan,, tapi saat melihat semua tulisan-tulisanku bik di blog maupun di file pribadiku, aku menyadari satu hal Aku pernah lebih sakit dari ini