.
.
.
Puk
.
Sebuah
tepukan lembut bersarang di pundak gadis berambut sebahu itu. Tak lama gadis
itu menoleh dan mendapati teman se-apartemennya sedang tersenyum geli.
"Kau
sedang apa?" gadis berambut sebahu itu hanya melemparkan tatapan tidak
lihat aku sedang merawat tanaman
Temannya
hanya mendengus nafas geli dan berkata "Kenapa kau memandangi tanamanmu
seperti memandangi pacarmu?"
"Ini
bukan pacarku, ini anakku. Jadi sangat jelas kalau aku sangat memperhatikannya.
Ngomong-ngomong, aku belum punya pacar. Jadi jangan membual tentang caraku
memandang pacarku." Balas gadis itu dengan dingin.
Teman
gadis itu tertawa terbahak mendengar kesensitifan temannya "Kau sedang PMS
ya? kenapa galak sekali?"
Gadis
itu hanya mendengus sebal dan tidak memperdulikan temannya.
.
.
"Well,
Aku ingin meminjam handphonemu, pulsaku habis." Gadis bersurai hitam
kelam itu menunjuk tempat handphonenya dengan dagu.
"Aku
ingin mengirimi'nya' pesan." Mendengar ucapan sahabatnya, gadis itu segera
membuang peralatan yang dipeangnya dan meraih handphone dengan cepat.
"Ah..
aku saja yang mengirimkan."
"Ya!...
kau-" Sang sahabat-Selina- kaget melihat temannya excited
"Apa
yang ingin kau katakan?" Tanya Lily dengan senyum cantik di
wajahnya.
"Huft
baiklah... Tanyakan Dia dimana?" Selina tersenyum geli memandangi
sahabatnya yang tersenyum manis.
.
.
.
To:
Ravi
where're
u?
-Selina
.
.
From: Ravi
at
home. why?
.
.
"Dia
dirumah.. dan dia tanya kenapa. Apa jawabanmu?"
"Oh..
ternyata dia dirumahnya, Lily." Gadis manis itu-Lily- hanya mengerutkan
kening bingung
"Aku
tau kalian sudah lama tidak bertemu. Dan sekarang kau sudah tau dia dimana,
jadi berhenti bicara dengan tanamanmu. Aku keluar dulu. Aku ada janji dngan
jonathan. Bye. "
.
.
"I-Ini
bagaimana dengan Ravi?"
"Kau
bicara saja dengannya. Tanyakan apa yang ingin kau tau. Pakai saja
namaku."
"Can
I?"
"Sure.
Tapi ingat, jaga nama baikku, sist.. Bye.."
.
.
To:
Ravi
Nothing.
How're u?
.
.
From:
Ravi
Fine,
how about u?
.
.
To:
Ravi
Fine
too.. Thanks..
hm..
u got secret greeting..
.
.
.
From:
Ravi
From
who?
.
.
To
: Ravi
It's
S.E.C.R.E.T, rav. hihihi
.
.
From:
Ravi
ck,
selina selina.. Angel, isn't it?
.
.
Angel?
.
.
Kenapa
nama itu yang muncul? Apa hubungannya dengan Angel? Aku akan tanyakan pada
selina nanti.
.
.
To:
Ravi
It's
secret, ravi..
.
.
From:
Ravi
Apa
susahnya sih bilang iya?
.
.
To:
Ravi
Apa
susahnya sih gak usah tanya-tanya?
.
.
From:
Ravi
Oke
fine. Aku tidak akan tanya lagi..
.
.
To:
Ravi
So,
do u want to reply her greeting?
.
.
From:
Ravi
Sorry,
but i don't know her. So i can't reply her.
Come
on selina, who is she?
.
.
To:
Ravi
I
was tell you so many time, that's secret. hahaha
Well,
It's so rude to not reply her. I hope u dont regretted if she won't give u a
greeting, later.
.
.
From:
Ravi
Ck..
Whatever. So, Where're u now?
.
.
Lily
membaca sekilas pesan terakhir itu dan menutup kotak pesan tanpa membalasnya.
Ntahlah apa yang akan dipikirkan Ravi, ia benar-benar tidak ingin memikirkan
atau berurusan lagi. Ia letakkan handphonenya di atas meja dan bergegas
mengambil jaket, mencari udara segar di tengah teriknya siang hari.
.
.
bagaimana
dengan pesan itu?
.
.
Ia
akan biarkan Selina mengarang cerita apapun nanti dan membiarkan percakapan ini
berhenti sampai disini..
.
.
and
no secret greetings anymore, baby.
Bye.
at zoocity. 2016
Komentar
Posting Komentar