Langsung ke konten utama

Ketika Kita Bertemu Lagi





Ketika Kita Bertemu  Lagi 
by. Rin

ketika kita bertemu lagi
angin  sekan berhenti  berhembus
waktu berhenti  berdetak
dan  suara lalu lalang mobil serasa terhenti.
sunyi...
sepi....

hanya suaramu yang  memenuhi  duniaku...
hanya senyummu yang  memperindah duniaku..
hanya  dirimu.. dan hanya kamu...

bibir serasa tak sanggup berkata,
jemari bahkan tak sanggup menggapai,
dan kaki tak  sanggup melangkah mendekatimu...

Saat itu, aku merasa bagai di awan,,
negeri ini  serasa milik  berdua,
tak ada yang menganggu dan tidak ada yang lain...

satu detik,, aku masih  merasa kau milikku
satu menit, aku masih merasa kau untukku
tapi  satu jam kemudian,, aku  tau, sadar, dan yakin... Kau bukan untukku..

bukan karena adanya sebuah penolakan darimu,, bukan...
tapi karena aku menyadari,  hidupku bukan untuk mengejarmu

aku sadar, ini hanya imajinasiku semata...
imajinasi  karena inginkanmu,
imajinasi  karena membutuhkanmu...

Aku menyadari  satu hal,,,
Aku tidak perlu  mendekati  atau mengejarmu,,
Cukup  Aku mendekati-Nya, maka  aku juga akan mendapatkanmu,
bahkan mungkin, sosok yang lebih  darimu....


Dear my lovely....
mungkin cukup disini  penantianku padamu,
Biarkan  waktu  yang mengatur semuanya,
agar tak ada lagi  harapan-harapan ini,
agar tak ada lagi rasa sakit ini,
dan  agar tak ada lagi  penyesalan-penyesalan ini...


                                                                               @My lovely  little town, 12 oct 2013. 10.30 am




Komentar

Postingan populer dari blog ini

More Scary Than Love

Terkadang cinta itu terlalu buta, hingga kau tak peka keadaan sekitar Terkadang cinta itu terlalu egois, tak mau tau dan tak ingin tau Terkadang cinta terlalu gila, hingga sanggup menghancurkan logika Terkadang cinta terlalu bodoh, hingga kau tak sanggup membedakan mana yang baik dan buruk Tapi.... ada hal lain yang jauh lebih buta, lebih egois, lebih gila dan lebih bodoh dari cinta. Hal itu bernama... DENDAM at. Kota yang sedang hujan, 25 januari 2016

4 desember 2015 _today's moment

Maka menulislah... aku pernah mendengar ah lebih tepatnya membaca sebuah buku. Aku lupa karangan siapa, tapi sang penulis mengatakan "menulislah, agar bisa menjadi pengingat untukmu di masa depan" Dan kali ini aku merasakan itu.. Ya, aku merasakannya.. Aku merasa hari ini benar-benar hari yang melelahkan,, tapi saat melihat semua tulisan-tulisanku bik di blog maupun di file pribadiku, aku menyadari satu hal Aku pernah lebih sakit dari ini